Setiap media cetak maupun elektronik mempunyai standarisasi terhadap penggunaan kata-kata. Hal ini lah yang menimbulkan munculnya berbagai macam istilah yang menjadi ikon atau ciri khas media cetak maupun media elektronik itu sendiri. Namun istilah-istilah “baru” itu harus tetap dalam aturan tata bahasa indonesia. Itulah yang termuat dalam kebijakan redaksi sebuah media yaitu aturan mengenai jenis, materi tulisan yang boleh ditambilkan namun semua itu harus tetap mengacu pada aturan EYD.
Dulu “Pikiran Rakyat” kurang menaati aturan penggunaan EYD dalam setiap kali penulisan berita. Namun sekarang hal tersebut menjadi hal utama yang sangat diperhatikan oleh sang editor. Pada harian Kompas penulisan gelar Prof DR tidak membubuhi titik pada setiap akhir gelar. Sedangkan dalam aturan EYD penulisan setiap gelar wajib dipisahkan dengan tanda titik seperti, Prof.DR. Dalam aturan EYD penulisan ALLAH adalah Allah, namun disebagian besar media cetak ada yang menulis allah, ALLAH, dll. Begitupun dalam penulisan kitab suci umat islam yaitu Al-quran. Pada sebagian besar media cetak ada yang menulis al-quran, Al-Quran, Al-Qu’an dan al-Qur’an.
Penulisan awalan di apabila diikuti dengan kata kerja, maka penulisannya disatukan. Misalnya: dimakan, dimasak, dibaca,dll. Penulisan awalahn di apabilan diikuti dengan kata keterangan tempat, maka penulisannya dipisah. Misalnya: di sana, di mana, di rumah, di sekolah.
Penulisan kata depan pada merupakan isyarat yang menunjukkan waktu. Misalnya: pada saat, pada malam, pada bulan, pada tahun, pada hari.
Penulisan partikel ”pun” juga dipisah terkecuali yang sudah serangkai.
Jangan mengawali sebuah kalimat dalam paragaraf dengan angkat.
Misalnya: 12 orang tewas dalam kecelakaan maut bus Bandung- Pucak.
Seharusnya: Dua belas orang tewas dalam kecelakaan dalam kecelakaan maut bus Bandung- Puncak.
Belasan orang tewas dalam kecelakaan maut bus Bandung- Puncak.
(05/11/08)
Kamis, 06 November 2008
Selasa, 04 November 2008
sepuluh pedoman b. pers
Sepuluh pedoman bahasa pers
1. Bahasa pers tuch, punya pedoman…jadi kita gakan bias seenaknya ajah gunain bahasa pers. Pedomannya dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesi) tahun 1980.
2. Niy isinya:
3. Wartwan hendaknya secara konsukwen melaksanakan pedoman ejaan B.Indonesia yang disempurnakan
4. Wartawan hendaknya membatasi diri dalam singkatan atau akronim
5. Wartawan hendaknya tidak menghilangkan imbuhan, bentuk awal atau prefiks
6. Wartawan hendaknya menulis dengan kelimat-kalimat pendek, tapi jelas, logis dan teratur.
7. Wartawan hendaknya menjauhkan dari ungkapan klise atau stereotype yang sering dipakai dalam transisi berita.
8. Wartawan hendaknya menghilangkan kata mubajir. Seperti: adalah, telah, dll.
9. Wartawan hendaknya mendisiplinkan pikirannya supaya jangan campur aduk dalam satu kalimat pasif.
10. Wartawan hendaknya menghindari kata-kata asing. Kaaupun terpaksa, maka harus dijelaskan sejelas-jelasnya
11. Wartawan hendaknya sedapat mungkin menaati kaidah tata bahasa.
12. Wartwan hendaknya ingat b. Jurnalistik ialah bahasa yang kounikatif dan spesifik sifatnya.
• Kamu juga musti tau, tentang perbedaan ”singkatan” dan ”akronim”
• Singkatan adalah huruf pertama saja yang diambil. Sedangkan
• Akronim adalah gabungan suku kata
• Supaya jelas. Kita lihat contohnya yuuuuu:
• Minyak tanah : singkatan= MT
: akronim= MINAH
• Dan tulisan juga kita sering banget nemuin kata-kata atau kalimat yang gak logis. Apalagi dilirik lagu....
• Nih misalnya : saat kau, kau belai rambutku
: tak ingin, tak ingin kau rapuh
Padahal jika dikatannya hanya sekali maknanya tidak akan berubah kan?
• Oia kawan, adalagi nih kata klise atau stereotype atau bisa disebut juga kata jenuh
Contohnya : sementara itu
: dapat ditambahkan
: perlu diketahui
: dalam rangka
: selanjutnya
:lalu
: kemudian,
: dll
Biar lebih jelas banget, kita liat contoh kalimatnya yaaa:
Dalam rangka menyambut hati sumpah pemuda, mahasiswa UIN BDG melakukan unjuk rasa. Padahal bisa dirubah menjadi
Menyambut hari sumpah pemuda, mahasiswa UIN BGD melakukan unjuk rasa
• Eh ada lagi, di bahsa jurnalistik juga ada yang disebut dengan klimat mubajir tau berlebihan.
Nih contohnya : adalah
: telah
: untuk
: dari
: bahwa,
: dll
Ininih contoh kalimatnya:
Rio adalah seorang pembalap motor, padahal bisa menjadi
Rio seorang pembalap motor
Naaaaaahhhhh!!!!!!!!!!!! Jadi buat semua wartawan dan calon wartawan diseluruh dunia....CAMKAN tulisan diatas, sedikit tapi mudah-mudahan
bermanfaat....terimakasih kepada dosen bahasa jurnalistik yang saya kagumi ”kang Romel”
Rossi Aprilyani
207400513
Jurnalistik C/3
1. Bahasa pers tuch, punya pedoman…jadi kita gakan bias seenaknya ajah gunain bahasa pers. Pedomannya dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesi) tahun 1980.
2. Niy isinya:
3. Wartwan hendaknya secara konsukwen melaksanakan pedoman ejaan B.Indonesia yang disempurnakan
4. Wartawan hendaknya membatasi diri dalam singkatan atau akronim
5. Wartawan hendaknya tidak menghilangkan imbuhan, bentuk awal atau prefiks
6. Wartawan hendaknya menulis dengan kelimat-kalimat pendek, tapi jelas, logis dan teratur.
7. Wartawan hendaknya menjauhkan dari ungkapan klise atau stereotype yang sering dipakai dalam transisi berita.
8. Wartawan hendaknya menghilangkan kata mubajir. Seperti: adalah, telah, dll.
9. Wartawan hendaknya mendisiplinkan pikirannya supaya jangan campur aduk dalam satu kalimat pasif.
10. Wartawan hendaknya menghindari kata-kata asing. Kaaupun terpaksa, maka harus dijelaskan sejelas-jelasnya
11. Wartawan hendaknya sedapat mungkin menaati kaidah tata bahasa.
12. Wartwan hendaknya ingat b. Jurnalistik ialah bahasa yang kounikatif dan spesifik sifatnya.
• Kamu juga musti tau, tentang perbedaan ”singkatan” dan ”akronim”
• Singkatan adalah huruf pertama saja yang diambil. Sedangkan
• Akronim adalah gabungan suku kata
• Supaya jelas. Kita lihat contohnya yuuuuu:
• Minyak tanah : singkatan= MT
: akronim= MINAH
• Dan tulisan juga kita sering banget nemuin kata-kata atau kalimat yang gak logis. Apalagi dilirik lagu....
• Nih misalnya : saat kau, kau belai rambutku
: tak ingin, tak ingin kau rapuh
Padahal jika dikatannya hanya sekali maknanya tidak akan berubah kan?
• Oia kawan, adalagi nih kata klise atau stereotype atau bisa disebut juga kata jenuh
Contohnya : sementara itu
: dapat ditambahkan
: perlu diketahui
: dalam rangka
: selanjutnya
:lalu
: kemudian,
: dll
Biar lebih jelas banget, kita liat contoh kalimatnya yaaa:
Dalam rangka menyambut hati sumpah pemuda, mahasiswa UIN BDG melakukan unjuk rasa. Padahal bisa dirubah menjadi
Menyambut hari sumpah pemuda, mahasiswa UIN BGD melakukan unjuk rasa
• Eh ada lagi, di bahsa jurnalistik juga ada yang disebut dengan klimat mubajir tau berlebihan.
Nih contohnya : adalah
: telah
: untuk
: dari
: bahwa,
: dll
Ininih contoh kalimatnya:
Rio adalah seorang pembalap motor, padahal bisa menjadi
Rio seorang pembalap motor
Naaaaaahhhhh!!!!!!!!!!!! Jadi buat semua wartawan dan calon wartawan diseluruh dunia....CAMKAN tulisan diatas, sedikit tapi mudah-mudahan
bermanfaat....terimakasih kepada dosen bahasa jurnalistik yang saya kagumi ”kang Romel”
Rossi Aprilyani
207400513
Jurnalistik C/3
Senin, 03 November 2008
bahasa jurnalistik
Pada rabu sebelumnya(15 Oktober 08),Pak Romel telah menjelaskan tentang posisi Jurnalistik yang sangat strategis, beliau mengelompokan tentang posisi Jurnalistik menjadi 3 bagian:
1. Ia menjadi bahasa khusus dalam media massa, sehingga dapat digunakan oleh media lain.
Maksudnya: Bahasa Jurnalistik adalah bahasa yang khusus dalam sebuah media massa baik itu media cetak maupun elektronik dan dapat digunakan oleh berbagai media,karena bahasa Jurnalistik sangat dibutuhkan bagi setiap media.
2. Bahasa Jurnalistik dapat menjadi Lab Bahasa dalam Jurnalistik referensi,dan rujukan sehingga menjadi tren senter dalam masyarakat.
Maksudnya: Bahasa Jurnalistik bisa dijadikan pedoman dalam pembuatan reverensi dan rujukan,dan bahasa yang digunakan sangat dimengerti khususnya dalam masyarakat, karena bahasa Jurnalistik bersifat Lugas, Singkat, Padat, dan Jelas.
3. Sub Sistem (Anak Bahasa)dari sistem bahasa Indonesia.
Maksudnya: Bahasa Jurnalistik merupakan anak bahasa dari sistem bahasa indonesia, dan sering digunakan dalam berbagai media, baik media cetak maupun elektronik.
Begitulah penjelasan Pak Romel pada kami, dan kadang selalu diselingi oleh lantunan - lantunan lagu merdu bila dinyanyikan oleh Pak Romel,kami terhibur dan menjadikan perkuliahan kami lebih menarik dan tidak membosankan khususnya bagi saya.
Bandung,4 November 2008
Rara Pratiwi Sungkay
Jurnalistik / C / III
207 400 503
1. Ia menjadi bahasa khusus dalam media massa, sehingga dapat digunakan oleh media lain.
Maksudnya: Bahasa Jurnalistik adalah bahasa yang khusus dalam sebuah media massa baik itu media cetak maupun elektronik dan dapat digunakan oleh berbagai media,karena bahasa Jurnalistik sangat dibutuhkan bagi setiap media.
2. Bahasa Jurnalistik dapat menjadi Lab Bahasa dalam Jurnalistik referensi,dan rujukan sehingga menjadi tren senter dalam masyarakat.
Maksudnya: Bahasa Jurnalistik bisa dijadikan pedoman dalam pembuatan reverensi dan rujukan,dan bahasa yang digunakan sangat dimengerti khususnya dalam masyarakat, karena bahasa Jurnalistik bersifat Lugas, Singkat, Padat, dan Jelas.
3. Sub Sistem (Anak Bahasa)dari sistem bahasa Indonesia.
Maksudnya: Bahasa Jurnalistik merupakan anak bahasa dari sistem bahasa indonesia, dan sering digunakan dalam berbagai media, baik media cetak maupun elektronik.
Begitulah penjelasan Pak Romel pada kami, dan kadang selalu diselingi oleh lantunan - lantunan lagu merdu bila dinyanyikan oleh Pak Romel,kami terhibur dan menjadikan perkuliahan kami lebih menarik dan tidak membosankan khususnya bagi saya.
Bandung,4 November 2008
Rara Pratiwi Sungkay
Jurnalistik / C / III
207 400 503
Selasa, 28 Oktober 2008
Membahas Posisi Bahasa Jurnalistik
-Secara umum Posisi Bahasa Jurnalistik itu strategis
-Secara khusus
Bahasa Jurnalistik menjadi bahasa khusus sehingga bisa digunakan disegala bidang
Bahasa Jurnalistik bisa menjadi lab bahasa juga referensi dalam hal penggunaan bahasa keseluruhan sehingga menjadi Trend Setter
Bahasa Jurnalistik subsistem dari Bahasa Indonesia.
Membahas EYD dalam bahasa jurnalistik
A. Penulisan huruf kapital
1. Jabatan tidak di ikuti nama orang
2. Huruf pertama nama bangsa
3. Nama geografi sebagai nama jenis
4. Setiap unsur bentuk ulang sempurna
5. Penulisan kata depan dan kata sambung
B. Penulisan huruf miring
1. Penulisan nama buku
2. Penulisan penegasan kata
3. Penulisan kata nama ilmiah
C. Penulisan kata turunan
1. Gabungan kata dapat awalan dan akhiran
2. Gabungan kata dalam kombinasi
D.Penulisan gabungan kata
1. Penulisan gabungan kata istilah khusus
2. Penulisan gabungan kata serangkai
E. Penulisan partikel
1. Penulisan partikel pun
2. Penulisan partikel per
F. Penulisan singkatan
1. Penulisan singkatan 3 huruf
2. Penulisan singkatan mata uang
G. Penulisan akronim
1. Akronim nama diri
2. Akronim bukan nama diri
H. Penulisan angka
Penulisan lambang bilangan
1. Penulisan lambang bilangan satu dua kata
2. Penulisan lambang bilangan awal kalimat
3. Penulisan lambang bilangan utuh
4. Penulisan lambang bilangan angka huruf
rossi aprilyani 207400513
jurnalistik C
smt 3
-Secara umum Posisi Bahasa Jurnalistik itu strategis
-Secara khusus
Bahasa Jurnalistik menjadi bahasa khusus sehingga bisa digunakan disegala bidang
Bahasa Jurnalistik bisa menjadi lab bahasa juga referensi dalam hal penggunaan bahasa keseluruhan sehingga menjadi Trend Setter
Bahasa Jurnalistik subsistem dari Bahasa Indonesia.
Membahas EYD dalam bahasa jurnalistik
A. Penulisan huruf kapital
1. Jabatan tidak di ikuti nama orang
2. Huruf pertama nama bangsa
3. Nama geografi sebagai nama jenis
4. Setiap unsur bentuk ulang sempurna
5. Penulisan kata depan dan kata sambung
B. Penulisan huruf miring
1. Penulisan nama buku
2. Penulisan penegasan kata
3. Penulisan kata nama ilmiah
C. Penulisan kata turunan
1. Gabungan kata dapat awalan dan akhiran
2. Gabungan kata dalam kombinasi
D.Penulisan gabungan kata
1. Penulisan gabungan kata istilah khusus
2. Penulisan gabungan kata serangkai
E. Penulisan partikel
1. Penulisan partikel pun
2. Penulisan partikel per
F. Penulisan singkatan
1. Penulisan singkatan 3 huruf
2. Penulisan singkatan mata uang
G. Penulisan akronim
1. Akronim nama diri
2. Akronim bukan nama diri
H. Penulisan angka
Penulisan lambang bilangan
1. Penulisan lambang bilangan satu dua kata
2. Penulisan lambang bilangan awal kalimat
3. Penulisan lambang bilangan utuh
4. Penulisan lambang bilangan angka huruf
rossi aprilyani 207400513
jurnalistik C
smt 3
EYD Dalam Bahasa Jurnalistik
EYD Dalam Bahasa Jurnalistik
Saya pikir, materi tentang EYD (Eko Yuni Dharma)upss maksud saya Ejaan yang disempurnakan hanya akan dipelajari hingga SMA.Ternyata...saat ini ni, dibangku kuliah pun juga masih dibahasa malah makin diperdalam.Ya iyalah secara jurusan jurnalistik gitu. Gak mungkinkan anak farmasi belajar EYD he he. Untung aja dosen mata kuliah ini lumayan baek heu heu.
Pada ulusan materi kuliah kemarin, rabu (22/10/08) membahas tentang Penggunaan EYD dalam Bahasa Jurnalistik. Nih belum membahas materinya lho, soalnya pertama-tama yang ditanya Kang Romel mah " keluarkan buku referensi tentang bahasa jurnalistik ". Mungkin hari itu saya lagi apes, buku referensi yang saya bawa ternyata salah. Untung aja saya termasuk kalangan minoritas yang salah membawa buku jadi tertutupi lah kesalahannya ha ha.
EYD dalam bahasa jurnalistik sangat berpengaruh terhadap hasil karya seorang jurnalis. Hal ini dikarenakan masih banyak para jurnalis yang mengabaikan EYD dalam tulisan mereka. Pada bahasan kali ini lebih banyak difokuskan pada kasus kesalahan penulisan EYD yang sering dilakukan oleh para mahasiswa jurnalistik, jurnalis media massa dan penulis. Diantaranya:
A.Penulisan Huruf Kapital
1. Jabatan tidak diikuti nama orang; huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instantsi, atau nama tempat. Misalnya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan. Namun apabila tidak diikuti nama orang maka jabatan ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: Menurut gubernur Jabar, kota Bandung semakin hari kian panas.
2.Huruf pertama nama bangsa
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya : bangsa Indonesia, bahasa Inggris.
3.Nama geografi sebagai nama jenis
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Misalnya: berlayar ke selat sunda, bukan selat Sunda.
4.Setiap Unsur bentuk kata ulang sempurna; huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintahan, dll. Misalnya : Yayasan Ilmu - Ilmu Sosial, bukan Yayasan Ilmu - ilmu Sosial.
5.Penulisan kata depan dan kata sambung;huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata terkecuali di, ke, dari, dan, yang, untuk.
B.Penulisan Huruf miring
1.Penulisan nama buku; huruf miring ditegaskan dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya : Buku Jurnalistik Indonesia, seharusnya Buku Jurnalistik Indonesia
2.Penulisan Penegasan Kata; huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata. Misalnya: Hobinya adalah surfing, seharusnya hobinya adalah surfing.
3.Penulisan kata nama ilmiah; huruf miring dan cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah dan ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaanya.
C.Penulisan kata turunan
1.Gabungan kata dapat awalan akhiran
2.Gabuangan kata dalam kombinasi
D.Penulisan Gabuangan kata
1.Penulisan gabuangan kata istilah khusus
2.Penulisan gabuangan kata serangkai;misalnya: acapakali, kacamata,sukacita.
E.Penulisan partikel
1.Partikel pun; partikel pun yang harus ditulis terpisah: apa pun, kapan pun. Partikel pun yang harus ditulis tidak terpisah: maupun, kalaupun.2.Penulisan partikel per; ... menerima gaji per bulan...
F.Penulisan singkatan
1.Penulisan singkatan umum tiga huruf
2.Penulisan singkatan mata uang
G.Penulisan Akronim
1.Akronim nama diri; misalnya: Universitas Padjajaran (UNPAD).
2.Akronim bukan nama diri; misalnya: Pemilu (Pemilihan Umum).
H.Penulisan Angka; penulisan Rp 7.867.456.421.821 menjadi 7,86 triliun.
I. Penulisan Lambang Bilangan
1.Penulisan lambang bilangan satu-dua kata
2.Penulisan lambang bilangan awal kalimat
3.Penulisan lambang bilangan utuh
4.Penulisan lambang bilangan angka-huruf
Saya pikir, materi tentang EYD (Eko Yuni Dharma)upss maksud saya Ejaan yang disempurnakan hanya akan dipelajari hingga SMA.Ternyata...saat ini ni, dibangku kuliah pun juga masih dibahasa malah makin diperdalam.Ya iyalah secara jurusan jurnalistik gitu. Gak mungkinkan anak farmasi belajar EYD he he. Untung aja dosen mata kuliah ini lumayan baek heu heu.
Pada ulusan materi kuliah kemarin, rabu (22/10/08) membahas tentang Penggunaan EYD dalam Bahasa Jurnalistik. Nih belum membahas materinya lho, soalnya pertama-tama yang ditanya Kang Romel mah " keluarkan buku referensi tentang bahasa jurnalistik ". Mungkin hari itu saya lagi apes, buku referensi yang saya bawa ternyata salah. Untung aja saya termasuk kalangan minoritas yang salah membawa buku jadi tertutupi lah kesalahannya ha ha.
EYD dalam bahasa jurnalistik sangat berpengaruh terhadap hasil karya seorang jurnalis. Hal ini dikarenakan masih banyak para jurnalis yang mengabaikan EYD dalam tulisan mereka. Pada bahasan kali ini lebih banyak difokuskan pada kasus kesalahan penulisan EYD yang sering dilakukan oleh para mahasiswa jurnalistik, jurnalis media massa dan penulis. Diantaranya:
A.Penulisan Huruf Kapital
1. Jabatan tidak diikuti nama orang; huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instantsi, atau nama tempat. Misalnya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan. Namun apabila tidak diikuti nama orang maka jabatan ditulis dengan huruf kecil. Misalnya: Menurut gubernur Jabar, kota Bandung semakin hari kian panas.
2.Huruf pertama nama bangsa
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya : bangsa Indonesia, bahasa Inggris.
3.Nama geografi sebagai nama jenis
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Misalnya: berlayar ke selat sunda, bukan selat Sunda.
4.Setiap Unsur bentuk kata ulang sempurna; huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintahan, dll. Misalnya : Yayasan Ilmu - Ilmu Sosial, bukan Yayasan Ilmu - ilmu Sosial.
5.Penulisan kata depan dan kata sambung;huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata terkecuali di, ke, dari, dan, yang, untuk.
B.Penulisan Huruf miring
1.Penulisan nama buku; huruf miring ditegaskan dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya : Buku Jurnalistik Indonesia, seharusnya Buku Jurnalistik Indonesia
2.Penulisan Penegasan Kata; huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata. Misalnya: Hobinya adalah surfing, seharusnya hobinya adalah surfing.
3.Penulisan kata nama ilmiah; huruf miring dan cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah dan ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaanya.
C.Penulisan kata turunan
1.Gabungan kata dapat awalan akhiran
2.Gabuangan kata dalam kombinasi
D.Penulisan Gabuangan kata
1.Penulisan gabuangan kata istilah khusus
2.Penulisan gabuangan kata serangkai;misalnya: acapakali, kacamata,sukacita.
E.Penulisan partikel
1.Partikel pun; partikel pun yang harus ditulis terpisah: apa pun, kapan pun. Partikel pun yang harus ditulis tidak terpisah: maupun, kalaupun.2.Penulisan partikel per; ... menerima gaji per bulan...
F.Penulisan singkatan
1.Penulisan singkatan umum tiga huruf
2.Penulisan singkatan mata uang
G.Penulisan Akronim
1.Akronim nama diri; misalnya: Universitas Padjajaran (UNPAD).
2.Akronim bukan nama diri; misalnya: Pemilu (Pemilihan Umum).
H.Penulisan Angka; penulisan Rp 7.867.456.421.821 menjadi 7,86 triliun.
I. Penulisan Lambang Bilangan
1.Penulisan lambang bilangan satu-dua kata
2.Penulisan lambang bilangan awal kalimat
3.Penulisan lambang bilangan utuh
4.Penulisan lambang bilangan angka-huruf
Bahasa Jurnalistik
Pertemuan Ke-1
Tgl : 27 Agustus 2008
-Perkenalan
-Kontrak belajar
-Silabus
1.Pengertian Bahasa Jurnalistik
2.Alasan Penggunaan Bahasa Jurnalistik
3.Posisi Bahasa Jurnalistik
4.EYD dalam Bahasa Jurnalistik
5.Penyimpangan EYD
6.Kebijakan Redaksional & style Book
7.Karakteristik Bahasa Jurnalistik
8.Prinsip Penulisan Bahasa Jurnalistik
9.Paragraf Bahasa Jurnalistik
10.Bahasa Jurnalistik Cetak/Online
11.Bahasa JUrnalistik Radio/tv
12.Kata-kata Mubazir dalam Jurnalistik
13.Pemakaian Kata, Kalimat dan Alinea
14.Analisis Penggunaan Bahasa Jurnalistik dalam Karya Jurnalistik.
Pertemuan Ke-2
Tgl : 03 September 2008
Latihan membuat kalimat bahasa Jurnalistik seperti :
-Semakin menjadi makin
-Kurang lebih menjadi sekitar
-Kemudian menjadi lalu
-Andaikan menjadi andai
-apabila menjadi jika
Pertemuan Ke-3
Tgl : 10 September 2008
Membahas Pengertian Bahasa Jurnalistik
-Bahasa Jurnalistik adalah Gaya bahasa yang digunakan oleh wartawan dalam menulis berita. Disebut juga Bahasa Komunikasi Massa (Language of Mass Communication, disebut pula News Paper Language).
-Ciri Utama Bahasa Jurnalistik
Komunikatif artinya langsung ke pokok persoalan (straight to the point) dan
Spesifik artinya mempunyai gaya penulisan tersendiri.
Pertemuan Ke-4
Tgl : 17 September 2008
Membahas Alasan Penggunaan Bahasa Jurnalistik
-Ada tiga factor
Karena keterbatasan ruang dan waktu. Media dibatasi oleh kolom, sedangkan Online dibatasi oleh waktu.
Kepentingan pembaca
Dalam rangka penyesuaian gaya bahasa, bahasnya mudah dimengerti oleh public.
Pertemuan Ke-5
Tgl : 24 September 2008
Membahas Daftar 100 Kata yang Sering Salah Eja
Diantaranya :
1.Aktif = aktip
2.Aktivitas = aktifitas
3.Analisis = analisa
4.Apotek = apotik
5.izin = ijin
6.ijazah = ijasah
7.foto = photo
8.imbau = himbau
9.indera = indra
10.asas = azas dll.
Pertemuan Ke-6
Tgl : 15 Oktober 2008
Membahas Posisi Bahasa Jurnalistik
-Secara umum Posisi Bahasa Jurnalistik itu strategis
-Secara khusus
Bahasa Jurnalistik menjadi bahasa khusus sehingga bisa digunakan disegala bidang
Bahasa Jurnalistik bisa menjadi lab bahasa juga referensi dalam hal penggunaan bahasa keseluruhan sehingga menjadi Trend Setter
Bahasa Jurnalistik subsistem dari Bahasa Indonesia.
Pertemuan ke-7
Tgl:22 Oktober 2008
Membahas EYD dalam bahasa jurnalistik
A. Penulisan huruf kapital
1.Jabatan tidak di ikuti nama orang
2.Huruf pertama nama bangsa
3.Nama geografi sebagai nama jenis
4.Setiap unsur bentuk ulang sempurna
5.Penulisan kata depan dan kata sambung
B. Penulisan huruf miring
1.Penulisan nama buku
2.Penulisan penegasan kata
3.Penulisan kata nama ilmiah
C.Penulisan kata turunan
1.Gabungan kata dapat awalan dan akhiran
2.Gabungan kata dalam kombinasi
D.Penulisan gabungan kata
1.Penulisan gabungan kata istilah khusus
2.Penulisan gabungan kata serangkai
E. Penulisan partikel
1.Penulisan partikel pun
2.Penulisan partikel per
F. Penulisan singkatan
1.Penulisan singkatan 3 huruf
2.Penulisan singkatan mata uang
G. Penulisan akronim
1.Akronim nama diri
2.Akronim bukan nama diri
H. Penulisan angka
Penulisan lambang bilangan
1.Penulisan lambang bilangan satu dua kata
2.Penulisan lambang bilangan awal kalimat
3.Penulisan lambang bilangan utuh
4.Penulisan lambang bilangan angka huruf
Tgl : 27 Agustus 2008
-Perkenalan
-Kontrak belajar
-Silabus
1.Pengertian Bahasa Jurnalistik
2.Alasan Penggunaan Bahasa Jurnalistik
3.Posisi Bahasa Jurnalistik
4.EYD dalam Bahasa Jurnalistik
5.Penyimpangan EYD
6.Kebijakan Redaksional & style Book
7.Karakteristik Bahasa Jurnalistik
8.Prinsip Penulisan Bahasa Jurnalistik
9.Paragraf Bahasa Jurnalistik
10.Bahasa Jurnalistik Cetak/Online
11.Bahasa JUrnalistik Radio/tv
12.Kata-kata Mubazir dalam Jurnalistik
13.Pemakaian Kata, Kalimat dan Alinea
14.Analisis Penggunaan Bahasa Jurnalistik dalam Karya Jurnalistik.
Pertemuan Ke-2
Tgl : 03 September 2008
Latihan membuat kalimat bahasa Jurnalistik seperti :
-Semakin menjadi makin
-Kurang lebih menjadi sekitar
-Kemudian menjadi lalu
-Andaikan menjadi andai
-apabila menjadi jika
Pertemuan Ke-3
Tgl : 10 September 2008
Membahas Pengertian Bahasa Jurnalistik
-Bahasa Jurnalistik adalah Gaya bahasa yang digunakan oleh wartawan dalam menulis berita. Disebut juga Bahasa Komunikasi Massa (Language of Mass Communication, disebut pula News Paper Language).
-Ciri Utama Bahasa Jurnalistik
Komunikatif artinya langsung ke pokok persoalan (straight to the point) dan
Spesifik artinya mempunyai gaya penulisan tersendiri.
Pertemuan Ke-4
Tgl : 17 September 2008
Membahas Alasan Penggunaan Bahasa Jurnalistik
-Ada tiga factor
Karena keterbatasan ruang dan waktu. Media dibatasi oleh kolom, sedangkan Online dibatasi oleh waktu.
Kepentingan pembaca
Dalam rangka penyesuaian gaya bahasa, bahasnya mudah dimengerti oleh public.
Pertemuan Ke-5
Tgl : 24 September 2008
Membahas Daftar 100 Kata yang Sering Salah Eja
Diantaranya :
1.Aktif = aktip
2.Aktivitas = aktifitas
3.Analisis = analisa
4.Apotek = apotik
5.izin = ijin
6.ijazah = ijasah
7.foto = photo
8.imbau = himbau
9.indera = indra
10.asas = azas dll.
Pertemuan Ke-6
Tgl : 15 Oktober 2008
Membahas Posisi Bahasa Jurnalistik
-Secara umum Posisi Bahasa Jurnalistik itu strategis
-Secara khusus
Bahasa Jurnalistik menjadi bahasa khusus sehingga bisa digunakan disegala bidang
Bahasa Jurnalistik bisa menjadi lab bahasa juga referensi dalam hal penggunaan bahasa keseluruhan sehingga menjadi Trend Setter
Bahasa Jurnalistik subsistem dari Bahasa Indonesia.
Pertemuan ke-7
Tgl:22 Oktober 2008
Membahas EYD dalam bahasa jurnalistik
A. Penulisan huruf kapital
1.Jabatan tidak di ikuti nama orang
2.Huruf pertama nama bangsa
3.Nama geografi sebagai nama jenis
4.Setiap unsur bentuk ulang sempurna
5.Penulisan kata depan dan kata sambung
B. Penulisan huruf miring
1.Penulisan nama buku
2.Penulisan penegasan kata
3.Penulisan kata nama ilmiah
C.Penulisan kata turunan
1.Gabungan kata dapat awalan dan akhiran
2.Gabungan kata dalam kombinasi
D.Penulisan gabungan kata
1.Penulisan gabungan kata istilah khusus
2.Penulisan gabungan kata serangkai
E. Penulisan partikel
1.Penulisan partikel pun
2.Penulisan partikel per
F. Penulisan singkatan
1.Penulisan singkatan 3 huruf
2.Penulisan singkatan mata uang
G. Penulisan akronim
1.Akronim nama diri
2.Akronim bukan nama diri
H. Penulisan angka
Penulisan lambang bilangan
1.Penulisan lambang bilangan satu dua kata
2.Penulisan lambang bilangan awal kalimat
3.Penulisan lambang bilangan utuh
4.Penulisan lambang bilangan angka huruf
Kamis, 23 Oktober 2008

Pagi duniaaaaa....Huaahhh kok masih ngantuk yach...
Hmm...pa kabar niy wahai saudara-saudaraku...Jangan buat dosa dipagi yang indah ini yach
Nah sebagai pembuka pagi ini, saya ceilee ehm ehm maksudnya gw mau bercerita sedikit ajah niy tentang gambar diatas...udah pada yang tau kan gambar apa tuch...
What????zebra crosss!!!sembarangan aja,mentang-mentang warnanya belang item putih tapi buka zebra cross tau....
Tat's my favourite club...yeahhhhhh
duh kalo udah ngomongin juventus mank gak akan pernah abisnya....
Juventus ini adalah club pertama yang gw tau semenjak gw jadi penggila bola. Coz, disitu ada bintang favorit gw, Alessandro Del Piero, pamanya Oki Del Piero itu tuch..idih garing amat pagi-pagi gini yach ha ha....
No matter what happen 'bout them,they are still my idols...walaupun sekarang ini kondisi club lagi "down" tapi gak memudarkan rasa kekaguman gw ma club yang dijuluki la vechia Signora...Banyak bintang yang dicetak dari club ini, mulai dari Michel Platini ( tau kan, ketua FIFA ), Dino Zoff, Zinedine Zidane, Pippo Inzaghi, Del Piero, Nedved, Cannavaro, Buffon hingga si ibrahimovich itu...
Wahai para Juventini..jangan pernah gentar terhadap persaingan alam persepakbolaan di Itali...Juventus akan berjaya hingga buyut ha ha...garingg
Langganan:
Postingan (Atom)